LAPORAN PKL (PERBAIKAN SISTEM REM CAKRAM)
jinzcaluthax@rocketmail.com
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
8.
Shim anti cicit,
untuk menganjal pad rem pada silinder rem agar tidak lepas
Sistem rem dirancang untuk mengurangi kecepatan
(memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau memungkinkan perkir pada tempat
yang menurun. Peralatan ini sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan juga
dapat berhenti ditempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi
dengan baik dan aman.
BAB III

BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Pelaksanaan Praktek
Kerja Industri
SMK YSB Suryalaya adalah sekolah yang menghasilkan
sumber daya manusia yang handal dan profesional.
Dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang
handal dan professional tersebut sehingga semua siswa harus melaksanakan
prakerin sesuai dengan kurikulum pendidikan saat ini. Selain itu prakerin sebagai wujud link and match antara program
pendidikan sekolah dengan Industri. Sehingga diharapkan dengan adanya praktek
kerja industri tersebut akan mempercepat ahli teknologi dan penguasaan
teknologi yang akan memberi arti positif dalam pembangunan bangsaini.
Perkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan saat ini
semakin berke- mbang dengan di tanda-tandainya daya cipta manusia sebagai pencetus ilmu yang berkembang pesat dewasa
ini bahkan untuk selamanya memiliki prospek yang cukup cerah. Kemajuan generasi otomotif dapat
kita rasakan saat ini.
Dibidang otomotif telah nengalami banyak
perkembangan diantaranya dari segi mesin. Untuk peningkatan tenaga secara
koefisien mesin itu juga banyak
dikembangkan. Untuk segi lainnya seperti body, chasis, electrical dan
powertrain juga banyak mengalami perkembangan.
Dalam perkembangan sistem kemudi telah dirancang
sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan tenaga (power) untuk memperingan
pengemudi sehingga meningkatkan kenyamanan pengendara.
1.2.Pembatasan Masalah
Untuk membatasi kesalah pahaman pembaca terhadap
laporan ini, maka penulis menerapkan beberapa hal. Dengan laporan ini penulis
menerapkan beberapa hal. Dalam laporan ini penulis menerangkan tentang Rem
cakram
1.3.Tujuan Pelaksanaan Prakerin
1.
Dapat
menyesuaikan dengan teori yang diterima dibangku sekolah dan praktek yang di
dapakan di dunia industri sebagai tempat penerapan teori tersebut.
2.
Dapat menambah
ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat serta berhubungan dengan program
pendidikan.
3.
Memenuhi tugas
yang diberikan oleh bengkel mobil Konjaya.
1.4.Tempat Dan Pelaksanaan
Praktek kerja industri dilaksanakan dalam satu tahap
yaitu tanggal di Bengkel Mobil Konjaya.
1.5.Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan laporan ini telah digunakan
beberapa metode sebagaimana yang tertera dibawah ini:
1.
Observasi
(pengamatan langsung)
Metode observasi adalah metode pengumpulan data
dengan pengamatan secara langsung pada objek yang telah di bahas.
2.
Metode Interview
(Wawancara)
Metode interview adalah metode pengumpulan data
dengan cara menggunakan media tanya jawab dengan mekanik. Tanya jawab tentang
pokok permasalahan yang dikerjakan secara sisitematis dan berdasarkan tujuan
pokok bahasan.
3.
Metode Praktek
Kerja Industri
Metode Praktek Kerja Industri adalah metode
pengumpulan data dengan cara ikut langsung menangani masalah atau trouble yang
berhubungan dengan pokok bahasan.
4.
Metode Literatur
Metode Literatur yaitu metode pengumpulan data
dengan cara menggunakan media buku atau bahan-bahan bacaan yang dapat
dibenarkan kebenarannya.
1.6.Sistematika Penulisan
LEMBAR
PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PETA LOKASI PRAKERIN
BAB
I PENDAHULUAN
Latar
Belakang Pelaksanaan Praktek Kerja Industri
Pembatasan Masalah
Tujuan Pelaksanaan Prakerin
Tempat Dan Pelaksanaan
Metode Pengumpulan Data
Sistematika
Penulisan
BAB
II LANDASAN TEORI
Pengertian Rem
Fungsi Sistem Rem
Jenis-jenis rem
Nama-Nama Bagian Rem
Fungsi-fungsi Bagian
Rem Cakram
Sistem Rem
Prinsip Rem
Type
Rem
Rem
kaki
Mekanisme
kerja
Rem Cakram
Piringan
(disc)
Pad
Rem
Jenis-jenis
Kaliper
Type
Fixed Caliper (double piston)
Type
Floating Caliper (single piston)
Type semi Floating (Tipe PS)
Sejarah Perusahaan
Struktur
Organisasi
Lokasi
Perusahaan
BAB IV PERAWATAN DAN PERBAIKAN REM CAKRAM
Langkah
Pembongkaran Kampas Rem Cakram Mobil
Kesimpulan
Pembahasan
BAB
V PENUTUPAN
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1.Pengertian Rem
Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan
(memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan dapat
memparkir kendaraan ditempat yang menurun. Peranan rem sangat penting dalam
sistem mesin, misalnya pada mesin mobil, sepeda motor, mesin cuci, dan
sebagainya. Selain itu rem juga mempunyai kelemahan yaitu rem sering mengalami
blong, hal ini diakibatkan karena
pemeliharaan yang kurang rutin dan penyebab terjadinya rem blong yaitu pad rem habis
(aus), minyak rem habis, dan terjadinya kebocoran pada seal piston rem, master
rem, ataupun pada selang remnya, maka
dari itu pemeliharaan rem harus sangat diperhatikan.
2.1.1.
Fungsi
Sistem Rem
Rem berfungsi
untuk mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan kendaraan melalui
mekanisme gesekan antara komponen rem, dengan roda yang berputar yaitu sepatu
rem dengan tromol rem.
2.1.2.
Jenis-jenis
rem
Rem
dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Rem
cakram
Mobil modern kebanyakan telah menerapkan piranti
yang satu ini. Biasanya piranti seperti ini dapat ditemukan pada roda kendaraan
baru sehingga dalam setiap penggunaannya menjadi maksimal dan terarah.
Rem cakram menjadi salah satu sistem pengereman
modern terbaik pada mobil dan ideal untuk diterapkan pada setiap mobil,
terutama yang telah memakai mesin berkapasitas CC besar. Sistem kerja rem
cakram adalah dengan menjepit cakram yang biasanya dipasang pada roda kendaraan
melalui caliper yang digerakkan oleh piston untuk mendorong sepatu rem (brake
pads) ke cakram.
2. Kelebihan
rem cakram
Rem cakram dapat digunakan dari berbagai suhu,
sehingga hampir semua kendaraan menerapkan sistem rem cakram sebagai andalanya.
selain itu rem cakram tahan terhadap genangan air sehingga pada kendaraan yang
telah menggunakan rem cakram dapat menerjang banjir.
Kemudian rem cakram memiliki sistem rem yang
berpendingin diluar (terbuka) sehingga pendinginan dapat dilakukan pada saat
mobil melaju, ada beberapa cakram yang juga dilengkapi oleh ventilasi
(ventilatin disk) atau cakram yang memiliki lubang sehingga pendinginan rem
lebih maksimal digunakan.
Kegunaan rem cakram banyak dipergunakan pada roda
depan kendaraan karena gaya dorong untuk berhenti pada bagian depan kendaraan
lebih besar dibandingkan di belakang sehingga membutuhkan pengereman yang lebih
pada bagian depan. Namun saat ini telah banyak mobil yang menggunakan rem cakram pada keempat rodanya.
3. Kekurangan
rem cakram
Rem cakram yang sifatnya terbuka memudahkan debu dan
lumpur menempel, lama kelamaan lumpur (kotoran) tersebut dapat menghambat
kinerja pengeraman sampai merusak komponen pada bagian caliper, seperti piston
bila dibiarkan lama. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembersihan sesering
mungkin.
2.2.Nama-Nama Bagian Rem
1.
Rem cakram
2.
Piringan rotor
3.
Selang rem
4.
Plat pengatur
pad
5.
Plat momen
6.
Plat rem
7.
Pegas penahan
pada pegas anti berisik
8.
Shim anti cicit
9.
Silinder rem
10.
Karet pelindung
utama
11.
Perapat piston
12.
Piston
13.
Karet pelindung
silinder
14.
Ring set
15.
Bushing lucur
16.
Karet pelindung
(boot)
2.2.1.
Fungsi-fungsi
Bagian Rem Cakram
1.
Piringan rotor,
untuk menjamin pendiginan yang baik
2.
Selang rem, untuk
jalurnya fluida atau minyak rem
3.
Plat pengatur
pad, untuk menahan rem
4.
Plat momen, penahan
silinder agar tidak jatuh
5.
Pad rem, untuk
menghentikan piringn rotor yang sekaligus menghentikan kendaran
6.
Pegas penahan
pad, untuk menahan pad rem agar tidak goyang atau pad rem tidak lepas karena
tergajal
7.
Pegas anti
berisik, agar pada saat pengereman berlangsung pad rem tidak berisik
9.
Silinder rem, sebagai
wadah dari pad rem
2.3.Sistem Rem
Gambar
1 Sistem rem (https://www.rentalmobilbali.net/cara-kerja-rem-abs/)
2.3.1.
Prinsip
Rem
Kendaran tidak dapat berhenti segera apabila mesin
dibebaskan (tidak dihubungkan) dengan pemindah daya, kendaraan cenderung tetap
bergerak. Kelemahan ini harus dapat di kurangin dengan maksud menurunkan
kecepatan gerakan hingga berhenti. Mesin merubah energi panas menjadi energi
kinetik (energi gerak) untuk menggerakan kendaraan. Sebaiknya, rem bekerja
disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan system gerak putar.
Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang
ditimbulkan antara dua objek.
Gambar
2 Prinsip Rem (http://kurniawandhani.blogspot.com/2017/05/prinsip-kerja-rem.html)
2.3.2.
Type
Rem
Rem yang dipergunakan pada kendaran bermotor dapat
digolongkan menjadi beberapa type tergantung pada penggunaannya.
1. Rem
kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan
kendaran.
2. Rem
parkir (parking break) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
3. Rem
tanbahan (auluxialy brake) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang
digunakan pada truk diesel dan kendaran berat.
4. Engines
break digunakan ada kalanya untuk menurunkan kecepatan kendaraan, Beaking
effect (reaksi pengereman) ditimbulkan oleh tahanan putarn dari mesin itu
sendiri, tidak ada khusus yang diperlukan, untuk itu engine break tidak
diterangkan
Gambar
3. Prinsip Rem
2.3.3.
Rem
kaki
1. Rem
hidraulis (hydraulic break)
2. Rem
panematik (peneumatic break)
Rem hidraulis lebih respon lebih cepat dibanding tipe lainnya, dan juga
konstruksinya yang khusus dan handal (superior design flexibility). Dengan
adanya keuntungan tersebut, rem hidraulis banyak digunakan pada kendaran
penumpang truk ringan.
Sistem rem panematik termasuk kompresor atau jenis
yang menghasilkan udara, udara yang bertekanan yang digunakan untuk menambah
daya pengereman. Tipe sistem rem ini banyak digunakan pada kendaran berat
seperti truk dan bus.
Cara kerja rem hidraulis sebagai berikut: rem
hidraulis menekan mekanisme rem dan menyalurkan tenaga rem, dan mekanisme
pengereman akan menimbulkan daya pengereman.

Gambar
4 Rem Hidraulis
2.3.4.
Mekanisme
kerja
1. Master
Silinder
Master silinder mengubah gerak pedal rem kedalam
tekanan hidraulis.
Master silinder terdiri dari reservoir tank yang
berisi minyak rem, demikian juga master silinder yang membangkitkan tekanan
hidraulis. Ada dua tipe silinder: tipe tunggal dan tipe ganda. Master silinder
tipe ganda banyak digunakan dibandingkan tipe tunggal.

Gambar
5. Master Silinder Tunggal Tipe Konvensinal
2. Boster
Rem
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang
pengemudi tidak cukup kuat untuk segerah menghentikan kendaraan. Boster rem
melipat gandakan daya pemekanan pedal, sehingga daya pengereman yang lebih
besar di perlukan.
Boster dapat dipasang menjadi satu dengan master
silinder (type integral) atau dapat juga dipasang secara terpisah dari master
silinder itu sendiri.
Boster rem mempunyai diaphragma (memberan) yang
bekerja dengan adanya perbedan tekanan antara tekanan atmosfir dan kevakuman
yang dihasilkan dari dalam intake manifold mesin. Master silinder di hubungkan
dengan pedal dan memberan untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari
langkah pedal yang minimum.
Bila boster rem tidak dapat berfungsi dikarenakan
satu dan lain hal, boster rem dirancang sedemikian rupa sehingga hanya tenaga
bosternya saja yang hilang dengan sendirinya rem akan memerlukan gaya penekanan
pedal yang lebih besar, tetapi kendaran dapat direm normal tanpa bantuan
boster. Untuk kendaran yang digerakkan oleh mesin diesel, boster remnya diganti
dengan pompa vacum karena kevacuman yang terjadi pada intake manifold pada
mesin diesel tidak cukup kuat.
Boster body dibagi menjadi bagian depan (ruang tekan
tenaga) dan bagian belakang (ruang tekan variasi), dan masimg-masing ruang
dibatasi dengan memberan dan piston boster.
Mekanisme katup pengontrol (control valve mechanis).
Termasuk katup udara, katup vakum, katup pengontrol dan sebagainya yang
berhubungan dengan pedal rem melalui batang penggerak katup (valve operating
road).

Gambar
6. Boster Rem
3. Katup
Pengimbang
Kendaran dihentikan dengan adanya gesekan antara ban
dan ditambah jalan. Gesekan ini akan sesuai adanya pembagian beban pada roda.
Biasanya kendaran yang mesinnya terletak didepan, bagian depannya lebih berat
dibandingkan dengan bagian belakangnya, bila kendaran direm, maka titik pusat
gravitasi akan pindah kedepan (bergerak maju) disebabkan adanya gaya intertia,
dan karena adanya beban yang besar menyatu pada bagian depan.
Bila daya cengkeram pengeremannya berlaku sama
terhadap keempat rodanya, maka roda belakang akan terkunci (menyebabkan slip
antara ban dan permukan jalan) ini disebabkan oleh daya pengereman terlalu
besar dengan terkuncinya roda belakang gesekan akan menurun, dan roda belakang
seperti ekor ikan (bergerak kekanan dan kekiri dan sukar terkontrol) dan ini sangat
berbahaya.
Dengan alasan tersebut, diperlukan alat pembagi
tenaga sehingga dapat diberikan pengereman yang lebih besar untuk roda depan
dari pada roda belakang atas tersebut disebut katup pengembali (proportioning
valve) atau bias disebut katup P. Alat ini bekerja secara otomatis menurutkan
tekanan hidraulis pada silinder roda belakang dengan demikian daya pengereman
(daya cengkeram) pada roda belakang akan berkurang.
Di samping katup P, efek yang sama akan diperoleh
dari load silinder and proportioning valve (LSPV) yang merubah tekanan awal
split point dari roda-roda belakang sesuai
Dengan beban, proportioning and by pass valve (P dan
BV) yang meneruskan tekanan master silinder langsung ke silinder roda tanpa
melalui katup P bila system rem dapat tidak berfungsi, katup decelaration
sensing proportioning valve (DSPV) yang membedakan tekanan awal split point
sesuai dengan,deselerasi selama pengereman dan perlengkapan lainnya.


Gambar
7 Rem Cakram
2.4.Rem Cakram
Rem cakram
(disc brake) pada dasarnya terdiri pada cakram yang terbuat dari besi
tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini
disc pad) yang mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan oleh
adanya gesekan antara disc pad dan cakram (disc).

Gambar.8.
Rem Cakram
Karakteristik dari cakram hanya mempunyai sedikit
aksi energi sendiri (self energizing action), daya pengreman itu sedikit
dipengaruhi oleh fluktualisi koefisien gesek yang manghasilkan kesetabil
tinggi. Selain itu, karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi
panasnya terjamin baik, ini dapat mempengaruhi dan menjamin dari tekanan air.
Rem cakram mempunyai batasan pembuatan pada bentuk
dan ukuranya. Ukuran disc tambahkan tekanan hidraulis yang lebih besar untuk
mendapatkan daya pengereman yang efisien, juga pad akan lebih cepat aus dari
pada sepatu rem pada rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada
perawatannya penggantian pad.

Gambar
9 Tipe Pad Rem
Caliper
akan diterngkan pada “jenis-jenis caliper rem cakram”
2.4.1.
Piringan
(disc)
Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat
dari besi tuang dalam bentuk biasa (solid) dan berlubang-lubang untuk
ventilasi.
Tipe cakram lubang terdiri dari pasangan piringan
berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik,kedua-duanya untuk mencegah
fading dan menjamin umur pad lebih panjang atau tahan lama.
2.4.2.
Pad
Rem
Pad (disc pad) biasanya dibuat campuran metalik
fiber dan sedikit serbuk besi. Tipe ini disebut dengan “semi metalik disc pad”.
Pada pad diberi garis celah untuk menunjukan tabel
pad (batas yang diijinkan). Dengan dengan demikian mempermudah pengecekan
keausan pad.
Pada beberapa pad, penggunaan metalik plat (disebut
dengan anti-sequal shim) dipasang pada sisi piston dari pad untuk mencegah
bunyi disaat pengereman berlangsung.

Gambar
10. Tipe Pad Rem
2.5.Jenis-jenis Kaliper
Kaliper juga disebut dengan cylinder body,
memanggang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran dimana minyak rem
disalurkan ke silinder. Kaliper dikelompokan sebagai berikut menurut jenis
pemasangannya:
2.5.1.
Type
Fixed Caliper (double piston)
Kaliper dipasangkan tepat pada excel atau strut.
Seperti digambarkan dibawah ini, pemasangan caliper dilengkapi dengan sepasang
piston. Daya pengereman didapat apabila pad ditekan piston secara hidraulis
pada kedua ujung piringan atau cakram.
Fixed Caliper adalah dasar desain yang sangat baik
dan dijamin dapat bekerja lebih akurat. Namun demikian radiasi panasnya
terbatas karena silinder rem berada antara cakram dan velg, menyebabkan sulit
tercapainya pendinginan. Untuk ini membutuhkan penambahan komponen yang banyak.
Untuk mengatasi hal tersebut jenis Caliper Fixed ini sudah jarang digunakan.

Gambar 11. Type Fixed Caliper
(double piston)
2.5.2.
Type
Floating Caliper (single piston)
Seperti terlihat pada gambar piston banyak ditempatkan
pada satu sisi caliper saja. Tekanan hidraulis dari master silinder mendorong
piston (A) dan selanjutnya menekan pada rotor disc (cakram). Pada saat yang
sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (Reaksi b). Ini menyebabkan caliper
bergeak kekanan dan menjepit cakram dan terjadinya usaha tenaga pengereman.

Gambar
12. Type Floating Caliper (single piston)
2.5.3. Type semi
Floating (Tipe PS)
Kaliper dipasangkan dengan bantuan
dua buah pen pad torkue plit. Apabila rem bekerja maka body bergerak masuk
dengan adanya gerak piaton. Tekanan pengereman yang berlaku pada pad bagaikan
luar diterima oleh caliper dan meneruskan momen kepada arah putaran. Kekuatan
reaksi pada bagian dalam diterima langsung oleh plate.
Mekanisme tipe ini sangat
sederhana, tipe caliper ini cenderung tidak berfungsi sangat kecil, dan
memenuhi syarat semua perawatan dan memiliki kemampuan pengereman. Tipe ini
sering digunakan pada cakram belakang yang rem parkirnya terpasang didalamnya.
GAMBARAN UMUM
PERUSAHAAN
3.1 Sejarah Perusahaan
Bengkel Konjaya-Motor didirikan pada
tahun 1994 oleh Bapak Purkon yang juga sebagai pemilik bengkel tersebut,
beralamat di Jalan Terusan Jakarta No. 32 Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat,
Telephone (022)7205697. Pada tahun 2000 Bengkel Konjaya-Motor kepemimpinan
diserahkan kepada putranya yaitu Bapak Windi sampai dengan sekarang.
Bengkel Konjaya-Motor merupakan
perusahaan jasa dan penjualan spare parts kendaraan roda empat. Jasa yang
dilakukan oleh bengkel ini antaralain yaitu terdapat pada divisi cuci mobil,
divisi engine repair, divisi body repair, divisi salon mobil, divisi uji emisi,
divisi AC, dan divisi variasi. Sedangkan pada penjualan barang terdapat pada
divisi pelumas dan divisi ban dan velg.
Adapun rincian tugas setiap divisi
antara lain divisi cuci mobil yang bertugas mecuci mobil, divisi engine repair
bertugas melakukan cek mesin mobil dan memperbaiki mesin mobil yang rusak,
divisi body repair bertugas untuk memperbaiki bagian body mobil yang rusak baik
dari warna atau cat mobil dan permukaan body yang rusak.
1.
Visi Perusahaan
dan Misi Perusahaan
Visi bengkel
Konjaya-Motor adalah “Menjadi perusahaan car service, body
repair and painting terbaik di wilayah Bandung dan sekitarnya”
MISI perusahaan
adalah : “Memberikan pelayanan terbaik dan standar mutu kepada pelanggan dengan
menjalankan proses kerja terbaik sehingga tercapai kepuasan pelanggan” Beberapa
pengertian dari visi dan misi Bengkel tersebut antara lain :
a. Perusahaan
servis mobil, Body Repair and Painting yang mempunyai kegiatan utama
memperbaiki dan melakukan pengecatan bodi mobil, dengan tenaga berpengalaman
dan pemakaian bahan baku serta bahan cat yang berkualitas demi tercapainya
hasil kerja yang maksimal dan sesuai dengan standar mutu.
b. Pelayanan
terbaik Customer Care, adalah hal yang kami bentuk yang ditanamkan pada tim
maupun individu karyawan, untuk dapat memberikan pelayanan terhadap mitra kerja
maupun customer baik mengenai kemudahan informasi, proses layanan, kualitas
maupun hasil sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan dan menjadikan Bengkel
Konjaya-Motor mitra terbaiknya.
2.
Fasilitas
Perusahaan
Adapun
fasilitas perusahaan dalam operasionalnya meliputi pelayanan jasa, penjualan
dan sarana prasarana yang menunjang kelancaran dan kenyamanan konsumen. Antara
lain sebagai berikut:
a. Cuci
mobil
b. Mushola
c. Ruang
tunggu full AC
d. Salon
Mobil
e. Body Repair and Painting
f. Servis
g. Spare
part
h. Parkiran
i.
Area spooring
dan balancing
j.
Ganti oli
k. WC
l.
Kantin
m. Ruang
rapat
n. Mes
bagi pegawai yang menginap
3.2 Struktur Organisasi
Bengkel Kukun mempunyai struktur organisasi dalam
menjalankan aktivitasnya yaitu sebagai berikut:
|
|||
![]() |
|||
![]() |
|||
3.3 Lokasi Perusahaan


BAB IV
PERAWATAN DAN PERBAIKAN REM CAKRAM
4.1.Langkah
Pembongkaran Kampas Rem Cakram Mobil
Cara ganti
kampas rem depan mobil - Pembongkaran atau servis rem cakram mobil diperlukan
ketika kita mau mengganti kampas rem yang disebabkan mungkin rem bunyi karena
wear limit kampas rem sudah bersentuhan dengan disc brake. Mungkin ketika mobil
melakukan pengereman karena permukaan kampas rem licin dan mengkilap yang
menyebabkan rem bunyi. Mungkin juga karena pen kaliper macet yang menjadi
penyebab rem bunyi sehingga di perlukan langkah untuk membongkar dan ganti
kampas rem cakram mobil.
Untuk
membongkar kampas rem mobil diperlukan beberapa peralatan atau tool:
1.
Dongkrak untuk mengangkat roda depan
2.
Kunci Roda
3.
Kunci Pas,Ring atau kunci shock 12mm atau 14mm untuk buka
baut pen caliper
4.
Track untuk mendorong Piston Rem
5.
Grease atau Pasta Caliper
Berikut
Langkah-langkah atau Cara bongkar rem cakram mobil untuk ganti kampas rem:
- Siapkan kampas rem baru atau brake pads dan kendorkan semua mur roda yang mau di bongkar brake pad atau kampas rem nya.
- Dongkrak mobil bagian depan, di belakang roda yang mau di buka kampas rem nya
- Lepas semua mur roda dengan kunci roda, mobil ada yang menggunakan 4 atau 5 mur roda
- Buka roda, lepaskan dari hub roda, sehingga akan tampak gambar disc brake seperti di bawah ini.
- Gunakan kunci 12 atau 14 untuk buka pen caliper bagian bawah dan buka pegangan slang minyak rem karena terkadang ada tipe mobil susah buka caliper tanpa buka pegangan slang minyak rem.
- Tarik Caliper ke atas setelah baut pen caliper terbuka, seperti gambar di bawah ini
- Buka dengan tarik kampas rem keluar ke arah samping dan jangan lupa cek kondisi pelumasan pen caliper, pen caliper harus dengan mudah bisa ditarik atau didorong. Jika pen caliper terasa keras saat di tarik atau di dorong kemungkinan pelumasnya kering. Buka pen caliper bersihkan dengan kain dan beri pelumasan yang tipis.
Perhatikan
posisi plat yang ada di belakang kampas rem, kampas rem ada yang menggunakan
wear limit tertanam pada brake pads tetapi ada juga yang menggunakan plat di
belakang kampas rem untuk indikator wear limit atau indikator ketebalan kampas
rem.
- Setelah kampas rem di buka, biar tidak lupa pindahkan plat yang ada di kampas rem lama ke kampas rem baru.
- Dorong piston kaliper ke belakang, hal ini untuk menyesuaikan dengan ketebalan kampas rem baru, saat mendorong piston jangan lupa perhatikan minyak rem yang ada di reservoir minyak rem. Karena minyak rem akan naik ketika piston rem di dorong ke belakan, bertujuan agar tidak sampai tumpah supaya tidak merusak cat yang ada di bawah reservoir minyak rem. Alat untuk mendorong piston rem tidak harus memakai track seperti gambar dibawah.
Tetapi
juga bisa menggunakan bekas kampas rem yang mau diganti untuk mendorong atau
memundurkan piston rem dengan bantuan kunci roda,seperti gambar di bawah ini.
Dorongan pelan sesuai arah panah pada kunci roda, akan membuat piston mundur,
kalau di dorong keras akan percuma karena piston rem akan melawan. Video di
bawah juga terdapat sst - spesial service tool lain untuk mendorong piston rem
pada caliper.
- Pasang Brake pad yang baru, langkahnya kebalikan dari saat melepas pada point no 7 diatas, catatan jika brake pad menggunakan indikator jadi satu dengan kampas rem, taruh kampas rem dengan indikator ketebalan ini di bagian dalam. Jika kampas rem tidak terdapat indikator artinya indikator ketebalan kampas rem ini berupa plat yang di pasang di belakang kampas rem,bisa di taruh sembarang entah bagian luar atau bagian dalam.
- Turunkan caliper atau pasang kaliper dan terakhir adalah memasang baut pen caliper.
- Pasang roda dan hidupkan mesin,jangan langsung jalankan mobil, kemudian tekan pedal rem beberapa kali, sampai pedal rem terasa keras, yang artinya rem sudah bekerja dengan baik. Point ini penting karena jika mobil langsung di jalankan sebelum pedal rem terasa keras, kita akan kaget karena rem akan kosong seperti blong.
4.2.Kesimpulan
Pembahasan
Cara ganti
kampas rem depan mobil - Pembongkaran atau servis rem cakram mobil diperlukan
ketika kita mau mengganti kampas rem yang disebabkan mungkin rem bunyi karena
wear limit kampas rem sudah bersentuhan dengan disc brake. Mungkin ketika mobil
melakukan pengereman karena permukaan kampas rem licin dan mengkilap yang
menyebabkan rem bunyi. Mungkin juga karena pen kaliper macet yang menjadi
penyebab rem bunyi sehingga di perlukan langkah untuk membongkar dan ganti
kampas rem cakram mobil.
Untuk itu
pengetahuan dan tata cara merawat dan memperbaiki kanvas rem mobil perlu
diketahui, adapun apabila tidak mengetahui dapat menanyakan kepada mekanik atau
instruktur otomotif yang berpengalaman.
BAB
V
PENUTUPAN
5.1.Kesimpulan
Dengan berakhirnya kegiatan praktek kerja lapangan
(PKL), maka penulis dapat menyimpulkan antara lain :
Rem yaitu alat untuk mengurangi kecepatan
(memperlambat) dan menghentikan kendaraan atau untuk memungkinkan parkir pada
tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting pada keselamatan dan menjamin
untuk pengendaraan yang aman. Rem juga
bisa diartikan sebagai kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendaraan dan
juga dapat berhenti ditempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat
berfungsi dengan baik dan aman.
5.2.Saran
Dalam Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) siswa di
tuntut untuk mampumenerapkan dan mengembangkan Pengetahuan dan keahlian yang
didapat di sekolah ke dalam dunia kerja. Maka dari itu, diperlukan dukungan dan
perhatian dari berbagai pihak, baik dari puhak sekolah maupun pihak industri .
Dengan berakhirnya kegiatan Praktek Kerja Industri
(PRAKERIN) yang telah kami laksanakan, maka kami memberanikan diri mengajukan
saran – saran kepada pihak sekolah maupun pihak industri sebagai bahan
pertimbangan untuk kemajuan bersama.
1.
Saran untuk
sekolah :
a. Sekolah
harus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan siswa baik teori umum maupun
praktek di tiap jurusan,
b. Adanya
kerjasama antara guru dengan murid
c. Penambahan
bahan praktek baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.
2.
Saran untuk
perusahaan :
a. Tingkatkan
disiplin kerja karyawan agar menghasilkan tenaga kerja Professional
b. Adanya
komunikasi baik dari pihak industri dengan peserta PRAKERIN
c. Memberikan
kesempatan bagi para peserta PRAKERIN untuk memasang atau membongkar komponen
yang rusak atau diganti.
DAFTAR
PUSTAKA
I. Solihin. Drs, Mulyadi. S.Pd., 2002 Perbaikan
Chasis dan pemindahan tenaga, SMK. Tingkat 2, Bandung, CV. ARMICO.
Toyota Astra Motor 1995, New Step I Training Manual, Jakarta PT. TAM Training Center.














gambarnya kq nggak keliatan
BalasHapusIni bener ga ?
BalasHapustiap sekolah biasanya punya sistematika penulisan laporan yang berbeda.. tapi sejauh ini di lihat dari buku panduannya sih sama..
BalasHapusmav ya baru d liat lagi blogya..makasih udah hinggap di jendela blog ini..
iya mhon di edit ulang gambarnya gak keliatan
BalasHapusOk
BalasHapus